STUDI MEMPERLIHATKAN BAHWA PRIA MAMPU MENGATASI RASA SAKIT LEBIH BAIK - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 06 Agustus 2014

STUDI MEMPERLIHATKAN BAHWA PRIA MAMPU MENGATASI RASA SAKIT LEBIH BAIK

Artikel yang ditulis oleh Lee Dye yang adalah seorang mantan penulis sains untuk Los Angeles Times pada ABCNEWS.com menyataan bahwa pria ternyata mampu menahan rasa sakit lebih baik daripada wanita. 

Sebelumnya dikatakan secara kontrsuksi sosial belaka bahwa pria bisa tahan sakit karena perannya, tetapi justru fakta sains mengungkapkan lebih dari itu, bahwa pria memang jauh lebih toleran dengan rasa sakit dibandingkan wanita. Terungkap bahwa penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa pria memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap rasa  sakit dibandingkan dengan wanita.
Psikolog Roger Fillingim dari University of Florida, menyatakan bahwa pria dan wanita berbeda dalam toleransi rasa sakit mereka. Sebelumnya ia berpikir bahwa laki-laki menyangkal rasa sakit mereka untuk melindungi citra maskulin mereka.  Tapi sejumlah studi terkini menunjukkan bahwa hal tersebut lebih dari sekedar maskulinitas pria. Tampaknya ada perbedaan mendasar dalam hal bagaimana kedua jenis kelamin mengatasi rasa sakit. 

Didapati laporan bahwa perempuan lebih banyak mengeluhkan rasa sakit dibandingkan laki-laki. Fillingim ingin menggali lebih dalam apakah ada faktor-faktor psikologis, hormonal, atau apa pun yang dapat mempengaruhi perbedaan nyeri pada wanita dibandingkan pada pria, dan sebaliknya.  Jika memang demikian, maka para spesialis perlu menerapkan perlakuan yang berbeda antara perempuan dan laki-laki guna mengurangi rasa sakit.

Para peneliti telah mengadopsi metode untuk menilai respon terhadap rangsangan yang menyakitkan guna mengeliminasi pengaruh hal-hal seperti stereotip laki-laki, namun hasil akhir tetap saja bergantung pada kejujuran ​ketika pria atau wanita merasa sakit. Serangkaian penelitian dengan skema yang unik digunakan untuk mengatasi bahwa umpan balik pernyataan pria terhadap rasa sakit  lebih termotivasi karena "mereka harus menjaga citra laki-laki mereka." Maka dari itu, wanita pun harus dimotivasi dengan memberikan beberapa hadiah guna meningkatkan toleransi rasa sakit pada wanita, hal ini dilakukan karena laki-laki sudah termotivasi dengan citra laki-laki mereka. 

Observasi dilakukan melibatkan 81 orang setuju untuk merendam tangan dalam ember air es untuk melihat berapa lama mereka bisa tahan terhadap rasa sakit. Beberapa yang ditawarkan  1 dollar jika mereka tetap bertahan merendam tangan di air beku selama lima menit, jika lebih lama maka merka dihadiahi  20 dollar. Hal ini memudahkan para peneliti untuk mengukur ketahanan pria dan wanita terhadap rasa sakit dengan berimbang tanpa stereotip.

Para peneliti berpikir para wanita yang termotivasi akan menjaga tangan mereka di dalam air lebih lama daripada mereka dengan dimotivasi sejumlah uang, hal ini memang mempersempit jurang ketahanan rasa sakit antar pria dan wanita. Tetapi, temuan menarik lain memperlihatkan bahwa laki-laki yang di tawarkan uang sejumlah $ 20, ternyata mampu menahan rasa sakit  jauh lebih lama dari pria yang hanya ditawarkan sejumlah kecil uang.

Ternyata jurang antara perbedaan ketahanan rasa sakit pria dan wanita membuktikan bahwa keduanya berbeda secara genetika. Hal ini menepis telak konstruksi sosial yang nyatakan oleh feminis sehubungan gender.


Post Top Ad

Responsive Ads Here