Lutut yang Lemah, Kendala Altet Perempuan? - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 16 Februari 2018

Lutut yang Lemah, Kendala Altet Perempuan?

Hormon dan anatomi wanita membuatnya lebih rentan terhadap cedera lutut, begitu pernyataan dari salah satu website  WebMD.com. Dikisahkan, taruhlah atlet wanita  bintang bola basket perguruan tinggi Jaime Walz yang  berusia 22 tahun dan bermain untuk tim basket Western Kentucky University. Ia seorang atlet wanita yang dengan gigih berjuang dan  berlatih dengan kesungguhan hati. Dan jika diperhatikan ia mendapati tak terhitung jumlahnya: bekas luka bedah di lututnya. Ia mengalami cedera lutut dengan ligamen yang sobek parah saat pertandingan pada Januari 1998. Dia melompat ke udara, mendarat di kaki pemain lain, dan mendengar 'letupan' pada lututnya, sakit sekali rasanya.


Apa yang diderita Walz layaknya  'wabah' yang menjangkiti para atlet  wanita, dan tidak terbatas pada olahraga bola basket semata, hal ini didapati untuk setiap cabang olahraga semisal sepak bola dan voli. Begitu, kata Timothy Hewett, Ph.D., Direktur Penelitian Terapan untuk Pusat Olahraga dan Ortopedi Cincinnati

Didapati satu dari 10 atlet perguruan tinggi wanita mengalami cedera lutut  setiap tahunnya, dan lima sampai enam kali lebih sering daripada altet  pria mereka, kata Hewett. Hal ini  bukan kejadian langka, kata Hewett, mengutip sebuah studi baru-baru ini perihal permainan sepak bola  yang menemukan bahwa wanita kira-kira lima kali lebih banyak daripada pria yang secara serius merusak ligamen lutut mereka.
Statistik semacam itu bisa menakutkan, namun dengan latihan dan pengkondisian yang tepat, Hewett mengatakan, hampir semua wanita dapat mengurangi peluangnya untuk mengalami cedera lutut. Dan dengan program pertama yang terbukti secara ilmiah untuk mencegah cedera lutut pada atlet wanita, yang dikembangkan oleh Hewett dan rekan-rekannya, permainan yang aman mungkin lebih mungkin terjadi daripada sebelumnya.

Mengapa wanita begitu rentan terhadap masalah lutut? Tidak ada yang bisa menyangkal fakta biologi. Pinggul wanita yang relatif lebar memberi tekanan ekstra pada persendiannya, dan hormon wanita tampaknya melemahkan ligamen, kata Hewett. Seorang wanita tidak dapat berbuat banyak tentang anatomi atau hormonnya, namun faktor lainnya ada dalam kendali dirinya. Pertama-tama, wanita bisa belajar menekuk lutut saat mendarat dari lompatan. Dengan menjaga kaki mereka lurus saat mereka melompat,  atau mendarat, yang mengharuskan lutut menyerap kejutan setara dengan empat kali berat badan wanita, cedera mungkin bisa ditanggulangi , tapi dengan membengkokan lutut , kekuatannya bisa turun hingga 25%. Lagi-lagi hal biologis yang bisa menjawab perbedaan ini. Apa mau dikata pria dan wanita memang berbeda


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Post Top Ad

Responsive Ads Here