Ini Mitos Program Perusak yang Bikin Kamu Salah Persepsi - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 04 Februari 2018

Ini Mitos Program Perusak yang Bikin Kamu Salah Persepsi

[Feri Sulianta] Segala program komputer perusak, digolongkan kedalam malware atau malicous software (program berbahaya - bahasa indonesia ). Malware memiliki ragam karakteristik dengan ragam aksi perusaknya, penanganannya pun agak berbeda antara satu jenis dengan lainnya.
Referensi pihak ketiga (Sumber:https://estorm.com.au/wp-content/uploads/2017/10/malware.jpg)
Berbagai pengkategorikan malware yang umumnya dikenal antara lain: virus komputer, worms, trojan horse, spyware, adware, hoaxes, backdoor, scareware, rootkits, dsb. Berbagai worm, trojan dan virus dapat digolongkan kedalam ragam kategori. Diluar dari pada penggolongan tadi masih ada malware yang dikategorikan kedalam ‘unwanted program’.
Jadi bisa dipastikan komputer, internet, data dan informasi yang didalamnya akan selalu mendapatkan ancaman dari makhluk yang bernama malware.
Meskipun malware memang program yang berbahaya, tetapi banyak orang menyalah artikan perihal malware. Beberapa pernyataan berikut bisa benar dan bisa pula salah. Untuk menguji penalaran, coba perhatikan beberapa mitos seputar malware berikut.
  1. Malware bisa menghancurkan seluruh data pada harddisk? Jawabannya, ya bisa saja. Seperti aksi memformat harddisk atau penghapusan data-data pada harddisk dapat dilakukan oleh malware.
  2. Malware berjumlah jutaan seperti di klaim para ahli. Memang benar malware banyak jumlahnya, hanya saja kebanyakan hanyalah variannya. Jumlah sebenarnya mungkin hanya ratusan ribu.
  3. File dengan atribut read only aman dari malware. Jawabannya salah, malware bisa saja mengubah atribut file dan kemudian dapat memodifikasi file tersebut.
  4. Internet adalah sarana utama bagi malware beraktivitas. Ya, bahkan perkembangan malware aktegori trojan dan virus juga worm semunya didasari oleh perkembangan teknologi internet.
  5. Sebuah CD program tidak mungkin berisi malware. Jawabannya salah, bisa saja file-file yang di burn ke media CD sudah terkontaminasi malware bahkan bukan tidak mungkin malware dirancang untuk melakukan penulisan ke CD asal fasilitas yang dibutuhkan tersedia.
Bagaimana jawaban kamu? Ternyata tidak sepenuhnya benar bukan?
Nah, untuk memahami lebih dalam perihal karakteristik malware, dampak kerusakan dan metode penanganan, mari langsung saja perhatikan pembahasan lainnya pada akun UC ini ya sob.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Post Top Ad

Responsive Ads Here