Mengenal Karya Tulis Brian Patrick Mitchell - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 19 Januari 2018

Mengenal Karya Tulis Brian Patrick Mitchell

Brian Patrick Mitchell, adalah mantan tentara dan jurnalis, penulis beberapa buku nonfiksi dan artikel ilmiah tentang politik dan agama. Dalam bukunya yang berjudul ‘Wanita di Militer: Bermain-main dengan Bencana’ (Bahasa Inggris: Women in the Military: Flirting With Disaster) mengungkapkan bukti nyata bahwa para tentara wanita memberikan pengaruh yang luar biasa negatif bagi pertahanan militer di Amerika Serikat.
Brian Patrick Mitchell
Dalam bukunya ia menyatakan bahwa tekanan feminis, yang ditenggarai politik memfeminisasi angkatan militernya, yakni dengan memberikan peran-peran pada para wanita terhadap institusi militer yang berdampak negatif.  Realitas menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang sangat besar antara kinerja pria dan wanita, yang terjadi  adalah degradasi terhadap kekuatan militer yang semakin rapuh.
Mitchell menyajikan bukti yang kuat tentang perbedaan besar antara pria dan wanita di militer yang seharusnya mampu membuka mata para petinggi untuk berpikir ulang terhadap kebijakan yang dibuat secara sepihak hanya untuk mengikuti agenda feminis, sayangnya bukti-bukti yang menjurus pada betapa tidak pantasnya perempuan dalam militer, dan terutama dalam pertempur kerap diabaikan.
Misalnya, ia merujuk pada studi Angkatan Darat, West Point yang mengungkapkan bahwa wanita lebih lemah dibanding laki-laki, didapati bahwa studi Angkatan Darat yang menunjukkan wanita lebih rentan mengalami cedera dibandingkan laki-laki, studi di  Angkatan Laut pun mengungkapkan bahwa perempuan, baik sebelum dan sesudah pelatihan, didapati tidak mampu menangani  kontrol kerusakan di atas kapal  dan review terhadap kebijakan  WITA (Women in the Army), ditemukan fakta bahwa lebih dari 90 persen wanita Angkatan Darat tidak mampu memenuhi persyaratan dan lebih dari 75 persen dikarenakan ketidakmampuan fisik.
Sebuah penelitian Angkatan Laut menemukan fakta bahwa jumlah taruna  perempuan  yang menderita sakit didapati hampir dua kali lipat dibandingkan taruna laki-laki. Juga sekitar 20 persen dari awak kapal perempuan hamil selama masa studi dalam jangka waktu  satu tahun, hal ini terlepas dari fakta bahwa kontrol kelahiran sebenarnya menjadi pelayanan kesehatan di angkatan laut.
Mitchell mengatakan bahwa jika perempuan ingin berperan dalam militer maka karir yang dapat dilakoniknya yakni bertugas sebagai dokter militer dan perawat (hal ini dikarenakan kurangnya peran ini, baik dokter atau perawat pria dan wanita), selebihnya tidak ada alasan kuat untuk tetap mempertahankan perempuan di militer. Menurutnya, terus memaksakan diri menjaga keseimbangan antara kinerja militer yang baik dengan ‘kesempatan bagi perempuan’ akan berdampak dikorbankannya keamanan nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Post Top Ad

Responsive Ads Here