Ini Teori Konstruksi Sosial Para Feminis - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 11 Januari 2018

Ini Teori Konstruksi Sosial Para Feminis

Mengacu pada apa yang dipercayai feminisme perihal gender, seperti yang ditulis dalam buku yang berjudul: ‘Iluminasi Kehidupan Sosial’ dan ‘Tubuh yang dikonstruksi Secara Sosial berdasarkan Teori Feminis’ (lluminating Social Life: Classical and Contemporary Theory Revisited, edited by Peter Kivisto, cahpeter 9, page 255 and The Socially Constructed Body  Insights From Feminist Theory yang ditulis oleh  Judith Lorber and Patricia Yancey Martin, SAGE Publications, 30 Okt 2012 - 440)  Menulis demikian:

…This feminist view argues that bodies are socially constructed in material and cultural worlds, which means they are physical and symbolic at one and the same time.
…social constructionist feminist theory argues that the ideal types of bodies that we are encouraged to emulate are the product of society’s gender ideology, practices, and stratification system.
…feminists make room for differences in bodies and in behavior but do not allow these differences to result in hierarchies of power or prestige.

Ilustrasi Gender Pria dan Wanita (sumber: https://ravishly.com/sites/default/files/field/image/gender.jpg)
Berdasarkan pernyataan diatas, pada dasarnya feminis mengatakan bahwa gender pria dan wanita dibentuk berdasarkan konstruksi sosial, bahwa pria sebagai yang dikatakan maskulin dan wanita yang dikatakan feminin, keduanya dipandang sebagai bentuk dari faktor sosial semata. Feminis tidak menyetujui bahwa kondisi fisik yang amat berbeda secara nyata membentuk sisi maskulin untuk pria dan sisi feminin untuk wanita. Feminis pun tidak akan melansir pernyataan bahwa pria pada umumnya memiliki kekuatan fisik yang mengungguli wanita.

Feminis menyatakan bahwa gender hanyah konstruksi sosial, jadi jika ingin mengubah maskulin dan feminin maka lakukan rekayasa sosial. Pernyataan ini membingungkan  kedua belah pihak yakni terhadap pria dan wanita, karena pada dasarnya pria dengan fisiknya sebagai pria dan sifat-sifat maskulin yang menjadi bagian utama dari citra kepriaannya dan pula wanita dengan sifat-sifat femininnya yang menjadi bagian dari kewanitaannya, tetapi feminis mengatakan bahwa hal ini dapat di ubah dengan rekayasa sosial.
Sebuah buku best seller yang ditulis oleh John Gray yang berjudul: Men are from Mars, Women are from Venus, mendapatkan tanggapan sinis para feminis, yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan pria dan wanita, semuanya hanya semata-mata ‘konstruksi sosial’ dan bukan gen. Sindiran mereka dialamati dengan pernyataan bahwa Men and Women are from Earth. Tetapi, faktanya buku tersebut laris di pasaran dan, jika pria dan wanita memahami lawan jenis berkomunikasi maka yang tercipta adalah meningkatnya kualitas hubungan antara pria dan wanita. Tidak ada yang dapat membungkam pengaruh baik dari buku ini.

Jika dicermat, dampak pemikiran konstruksi sosial terhadap penentu gender memunculkan ketimpangan dari berbagai aspek kehidupan, misalnya saja pekerjaan. Ketimpangan ini berbuah ketidakadilan jika dipaksakan dan merugikan bagi pria, wanita dan juga masyarakat.

Post Top Ad

Responsive Ads Here