Apa sih Beda Bullying dan Cyber Bullying? - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 15 Januari 2018

Apa sih Beda Bullying dan Cyber Bullying?

[Feri Sulianta] Perilaku dalam bersosialisasi merupakan bagian dari manusia sebagai anggota masyarakat, beberapa istilah yang mungkin dijumpai diantaranya etika, tidak sopan, kriminal, pengganggu dan masih banyak lagi. Bahkan sewaktu seseorang menjadi bagian dari Masyarakat CyberWorld atau sewaktu mereka mengakases internet (go online), perilaku demikian  dapat pula dijumpai. Karakteristiknya kurang lebih sama, meskipun dalam kemasan yang berbeda.

Ilustrasi CyberBullying (sumber: https://media.victoriaadvocate.com/cache/25/27/2527b036df0ff8b60871d283cd7e374e.jpg)

Bullying (pelecehan atau menggangu) yang didapati dalam kehidupan nyata, didapati pula dalam CyberWorld dan dikenal dengan istilah Cyberbullying. Istilah ini digunakan karena internetlah yang menjadi media perantaranya, berbeda dengan Bullying yang mengandalkan  sarana fisik seperti ujaran frontal ataupun kekerasan fisik lainnya.
Perilaku negatif ”bully” seperti ejekan kasar dari teman – teman sebaya di sekolah, memberikan julukan yang melecehkan ,perilaku anarkis sekelompok remaja terhadap rekan sebaya-nya yang dianggap lemah, penakut/pengecut dan mudah diperdaya merupakan sebagian dari banyak kasus bullying. Percaya atau tidak, orang dewasa pun bisa saja menjadi pelaku ataupun korban dari rekan – rekan sekerja.
Terlepas dari berbahaya atau tidak, bullying dapat langsung terlihat dan di-identifikasi sehingga penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. Misalnya penanganan remaja bermasalah yang didapati melecehkan rekan sekolahnya, mereka dapat langsung ditangani oleh guru yang bersangkutan.
Tetapi  Cyberbullying tidak semudah itu untuk diatasi dan umumnya dideteksi dari dampak yang ditimbulkan yang bahkan sering kali terlambat dan berlarut – larut. Mengapa? Media-lah yang membuatnya berbeda.
Dunia Cyber atau dunia maya atau disebut pula dunia virtual, didalamnya pertukaran informasi dan komunikasi terjadi tanpa diperlukan kehadiran dua orang atau lebih secara fisik yang mungkin ada ditempat yang berbeda dan kapan saja. Bahkan bisa saja orang yang diajak berkomunikasi tidak tahu secara pasti identitas orang yang berdialog dengannya.
Para remaja aktif dalam ber-internet dan mereka menjadi pengguna internet yang potensial, mereka menganggap internet sebagai lahan atau dunia yang penuh dengan aktivitas sosial yang menarik. Contoh yang bisa ditemui sewaktu para remaja asyik chatting dan berkirim e-mail dalam cyber cafe atau di rumah menggunakan internet akses yang tersedia, bisa jadi tanpa pengawasan orangtua.
Sewaktu mereka go online menggunakan internet sebagai medianya atau teknologi lain seperti Telepon Seluler (Cell Phones), remaja memanfaatkannya untuk berkirim e-mail, membuat personal website, posting tulisan – tulisan yang sangat personal dalam Blog ( Online Diary interaktif), berkirim pesan – pesan tertulis dan gambar menggunakan Cell Phones, berkirim pesan menggunakan IM (Instants Messaging), Chatting dalam Chatroom, posting ke Discussion Boards dan mencari teman – teman baru dalam situs komunitas teman sebaya. Friendster adalah salah satu website yang menawarkan fasilitas yang kaya akan aktifitas sosial  dan kemudahan. Salah satu fitur adalah search enginee yang dimanfaatkan untuk mencari rekan se-alumni. Hubungan yang terputus dalam dunia nyata bisa terjalin kembali dalam Cyberworld. Benar – benar luarbiasa !
Sayangnya dalam lingkungan yang kaya dengan aktifitas sosial ini, beberapa remaja memanfaatkan sarana diatas untuk mengirimkan pesan – pesan tertulis dan gambar – gambar yang melecehkan rekan sebaya mereka, perilaku inilah yang dialamati sebagai Cyberbullying.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Post Top Ad

Responsive Ads Here