Ghostbuster Film Paling Dibenci di Tahun 2016 - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 01 Januari 2018

Ghostbuster Film Paling Dibenci di Tahun 2016

[Feri Sulianta] Di tahun 2016, film Ghostbuster yang dilansir dengan ‘konsep ghostbuster reebot’ yang mengganti semua karakter pria dengan para wanita. Trailer film ini mendapat kecaman dimana-mana, feminisme dianggap merusak dan merampas ruang-ruang milik pria. Salah satu komentar perihal ketidaksukaan fans terhadap tayangan ini adalah: “Hanya pada masa inilah ghostbuster menjadi feminis, dengan membuang karakter pria,dan menggantinya menjadi wanita di abad feminis.”

Fans yang menolak untuk mereview dan melihat trailer ghostbuster reboot
Rolfe, aalah satu fans  yang menentang dan menyatakan kekecewaanya terhadap film ghostbuster reboot dengan peran utama wanita. Ia membuat lansiran video yang menyatakan mengapa ia menolak untuk melihat dan mereview ‘Ghostbusters Reboot’, dan menurutnya, ini dikarenakan budaya populer yang kritikal. Tindakannya ini dapat dibandingkan dengan pendahulunya (sang kakek) yang menyerbu Normandia untuk melawan Hitler. Tambahnya lagi, “Ghostbusters adalah ‘sesuatu’ dimana kita semua tumbuh bersama," kata Rolfe. “Dan kami ingin melihat pemain asli kembali bersama-sama untuk terakhir kalinya, sementara mereka masih hidup, dan kemudian mungkin memperkenalkan tokoh baru, pemain muda. Ini bukan film biasa, ini adalah 'Ghostbusters'," kata Rolfe. "Ini salah satu waralaba yang paling terkenal yang pernah ada.  Sangat memalukan membuat film ketiga ghostbuster tanpa ada korelasi dengan film terdahulu.”  Akibatnya, film tersebut gagal mencapai target, bahkan bangku-bangku teater kosong tanpa penonton saat film tersebut diputar. 

Trailer Ghostbuster Reboot  yang diperankan para wanita mendapat lebih dari  empat kali lipat dislike dibandingkan like


Pernyataan sosial media perihal teater yang kosong sehubungan pemutaran film Ghostbuster Reboot  dengan lakon wanita (sumber: antifeminismaustralia.com)

Film ghosbuster reboot yang terbilang seksisme, menyita perhatian pria  yang menyingkirkan lakon pria-pria dalam tokoh perfilm. Tidak sedikit para pria yang akhirnya menolak untuk menonton tayangan yang dicap sebagai film feminis.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Post Top Ad

Responsive Ads Here