Jenis dan Bahaya Polutan Rumah Tangga dan Residu Pembakaran - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 16 Januari 2018

Jenis dan Bahaya Polutan Rumah Tangga dan Residu Pembakaran

Kita tidak sadar bahwa zat-zat yang bertebaran disekitar kita menjadi polutan yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak soal apakah itu bau asap rokok atau dari berbagai aroma dari produk pembersih lainnya,kita umumnya bereaksi dengan bersin untuk membebaskan partikel pengotor pada alat pernfasan, ini salah satu pola reflek terhadap udara tidak sehat.

Asap yang ditimbulkan dari tempat perapian, rokok, sisa pembakaran kendaraan bermotor, dupa/wewangian terdiri dari banyak unsur kimia yang dapat menimbulkan kanker dan berbagai problem alergi. Sudah tidak diragukan,perokok pasif bisa terkena kanker paru - paru, penyakit jantung, problem pernafasan seperti asma atau infeksi saluran pernafasan lainnya. Bayi yang baru lahir dan balita ternyata lebih rentan terhadap penyakit bronkitis, pnemonia dan berbagai problem pernafasan.

Banyak partikel (padat) dan gas berbahaya yang terkandung pada sisa pembakaran seperti pada asap rokok atau kendaraan bermotor yang tidakkita sadari, sedikit – demi sedikit meracuni kita dan dalam porsi banyak bisa berdampak mematikan. 

Beberapa zat berbahaya sisa pembakaran sebagai sumber polutan pada umumnya adalah :

Karbon Monoksida (CO)

Senyawa ini berwujud gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. CO sangat mudah diserap dan masuk pada aliran darah daripada O2(Oksigen). CO paling umum didapati pada gas buang dari pembakaran kendaraan bermotor dan pembakaran sampah. Perhatikan Gambar 1.10

Dampak dari penetrasi CO antara lain : Kelelahan, gangguan penglihatan dan koordinasi saraf, sakit kepala, mabuk,muntah, kehilangan daya ingat, gangguan pernafasan seperi hidung berlendir nyeri bagian dada dan penyakit jantung. Bahkan dalam intensitas tinggi dapat mengakibatkan kematian.

Korban akibat CO tidak sedikit, jumlahnya mencapai hingga 5,000 orang yang dirawat,bahkan hampir 300 orang meninggal dikarenakan keracunan CO dirumah mereka sendiri (Sumber : Consumer Product Safety Commission)  
  Pembakaran Sampah dan asap yang ditimbulkan

Pembakaran Sampah akan membebaskan banyak material non organik yang dibuang dan beberapa malah melepaskan unsur berbahaya dalam bentuk asap sewaktu pembakaran.

Nitrogen Dioksida (NO2)
Nitrogen Dioksida ,gas tidak berwarna dengan aroma yang tajam dapat mengiritasi mata, hidung , tenggorokan dan paru-paru. Gejala yang ditimbulkan antara lain batuk-batuk, sakit kepala dan mual.
Dalam rumah kita, senyawa ini terkandung pada kompor elektrik,water heater, perkakas dengan bahan bakar minyak tanah air. Gas ini dapat menyebabkan infeksi pernafasan dan serangan asma hingga kerusakan paru-paru.

Sulfur Dioksida (SO2)
Sulfur Dioksida dihasilkan dari bahan bakar mengandung sulfur seperti perkakas dengan bahan bakar minyak tanah, tungku atau perapian . Dalam jangka panjang bisa menyebabkan bronchitis ,memicu asma dan kanker paru-paru. 

Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon -PAHs)
PAH terdapat  pada bentuk gas ataupun partikel seperti pada asap, abu, tembakau bahan bakar batubara, dll. Partikel ini dapat saja terbawa bersama debu, tanah dan mungkin menempel di sepatu hingga terbawa kerumah atau juga terbawa angin. Penetrasi ke tubuh kita karena terhidup, meresap lewat jaringan kulit atau termakan.
Beberapa campuran  PAH disinyalir berhubungan retan dengan resiko kanker paru-paru, problem kulit, kantung kemih dan perut dan mempengaruhi pula sistem reproduksi.
Setiap harinya bayi-bayi di kota-kota besar secara tidak sengaja memakan 110 nanogram benzo-a-pyrene, PAH paling beracun,begitu yang dinyatakan oleh Wayne Ott dan John Roberts. Kadar nya setara dengan seseorang yang menghisap tiga batang rokok. 

Berikut daftar polutan lainnya yang digunakan pada perkakas rumah tangga,peralatan kantor juga bangunan perkantoran dan disebutkan pula dampaknya bagi kesehatan manusia :
Bahan Polutan
Dampak
Sumber
Benzen
kanker, iritasi mata dan kulit,sakit kepala, kehilangan nafsu makan, gejala kelelahan,drowsiness
Ditemukan pada tinta,  oli,cat, plastik, karet, bahan celup, deterjen, bensin, asap tembakau, serat sintetik, bahan – bahan farmasi
Formaldehida
Iritasi mata,gangguan pada hidung,tenggorokan, sakit kepala, radang dan problem kulit
Penghilang baru pada ruangan, lem/perekat , tisu wajah, kertas toilet, asap rokok, gas alam, minyak tanah, furnitur baru, karpet sintetik yang masih baru, triplek, produk kertas dan bahan pembersih
Thrichloro-etilen
Kerusakan hati
Ditemukan pada dry cleaning , tinta cetak, cat, pernis, lem dan adesif
Xylen
Mempengaruhi otak (nyeri dikepala, melehankan koordinasi otot, pusing,kebingungan dan problem kesetimbangan,iritasi mata,problem THT, berbagai problem pernafasan, melemahkan daya ingat dan kesadaran,masalah perut, berdampak buruk pada hati dan ginjal, bahkan kematian
Cat, karet ,alat tulis, alat gambar, pernis,cetakan, karet, dan industri kulit.
Sumber : http://www.avianweb.com

Keterangan  Teknis:
  • Benzen : Cairan hidrokarbon aromatik, tidak berwarna dan mudah terbakar, digunakan secara luas pada produk berbahan kimia seperti deterjen insektisida dan bahan bakar kendaraan .
  • Formaldehida : Gas tidak berwarna, dengan aroma yang kuat dan mudah terbakar. Digunakan secara luas untuk memproduksi peralatan rumah tangga seperti lem dan bahan perekat.
  • Trichloro-etilen : Carian tidak berwarna yang digunakan sebagai pelarut untuk perkakas logam. Jika termakan atau terhirup menimbulkan kegelisahan, kerusakan paru-paru dan hati, detak jantung abnormal, koma, dan kematian
  • Xylen : Turunan Benzene yang umum digunakan sebagai pelarut pada proses pencetakan, industri karet dan kulit. Ciri – ciri : tidak berwarna, berwujud cair dan mudah terbakar

Berbagai polutan tersebut dialokasikan lebih jelas pada diagram berikut ini :
 
Diagram Polutan pada Rumah Tinggal

Mengapa kita harus peduli ?
    • Udara ‘segar’ yang ada diluar rumah ternyata tidak sebersih yang kita kira.
    • Produk-produk pembersih dan berbagai produk perawatan lainnya yang digunakan dalam rumah memiliki unsur polutan yang dapat memicu penyebab kanker.
    • Kita menggunakan lebih dari 80% waktu dalam rumah dan dikantor. Dan banyak perkakas kantor dan rumah tangga yang terdiri dari polutan.
    • Aktivitas manusia dalam ruangan (memanggang,membakar,dll) dan kebiasaan manusia (seperti merokok) memperburuk kualitas udara dalam rumah.

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar

      Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

      Post Top Ad

      Responsive Ads Here