Transgender Wanita mendominasi Olahraga Wanita - FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

FERI SULIANTA'S NEWS REPORT

Feri Sulianta's News Relay Berita terkini seputar edukasi hiburan gaya hidup teknologi kesehatan hobi sosial manzone

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 17 April 2019

Transgender Wanita mendominasi Olahraga Wanita

Seperti dilansir oleh New York Post yang berjudul bahwa Atlet Trans Gender Menjadi lelucon bagi olahraga wanita, sebenarnya ini adalah bentuk kecemasan perihal masa depan atletik wanita,dimana  dua pelari transgender wanita mampu melampaui kompetisi di kejuaraan olahraga lari untuk wanita.


Dua siswa transgender wanita yang adalah laki-laki secara biologis, Terry Miller dan Andraya Yearwood, masing-masing finis pertama dan kedua, pada lari jarak 55 meter dan menyingkirkan para wanita. Bahkan, Miller mencetak rekor baru  putri dan juga memenangkan pertandingan untuk jarak 300 meter. Tahun sebelumnya, keduanya finis pertama dan kedua untuk lomba lari 100 meter.

Terry Miller dan Andraya Yearwood wanita transgender menempati juara satu dan dua lari wanita
Tidak semua setuju dengan diperbolehkannya transgender wanita ikut dalam ajang kompetisi wanita. Hormon Testosteron dituding sebagai faktor yang membuat kompetisi olahraga wanita yang diikuti transgender wanita berjalan timpang. Sebagaimana yang dinyatakan oleh New York Psot, pada dasarnya laki-laki mendapat dosis testosteron yang cukup tinggi mulai saat pubertas, yang adaah  obat penambah kinerja alamiah. Inilah yang  membuat pria lebih besar, lebih kuat dan lebih cepat. Lebih mudah bagi pria-pria untuk menambah massa otot. Mereka memiliki hati yang lebih besar secara fisik dan kapasitas paru-paru yang lebih besar, dan juga beberapa kelebihan fisik lainnya.

Inilah sebabnya  kompetisi wanita dan pria dibuat terpisah, sehingga wanita dapat memamerkan tubuh dan kemampuan mereka dan mendapatkan pengakuan tanpa dibayangi oleh pria dengan keunggulan fisiologis yang melekat. Alasan yang masuk akal ini perihal batasan kompetisi yang terpisah antara pria dan wanita akhirnya pudar.

Komite Olimpiade telah memutuskan  persyaratan untuk operasi penggantian kelamin untuk atlet transgender, dan telah menetapkan tingkat testosteron maksimum untuk wanita transgender yang masih terbilang tinggi untuk wanita biologis. Bahkan jika atlet pria secara biologis menurunkan kadar testosteron mereka, tubuh mereka masih berbeda.

Mantan pemain bola voli Olimpiade dari Brasil, Ana Paula Henkel, menyatakan hal ini dalam sebuah surat terbuka yang menentang kebijakan Olimpiade yang baru. "Keputusan tergesa-gesa  untuk memasukkan pria biologis (wanita transgender), yang lahir dan tumbuh  dengan testosteron, dengan tinggi badan mereka, kekuatan dan kapasitas aerobik pria, berada di luar lingkup toleransi," tulis Henkel. "Itu menekan,  mempermalukan dan mengecualikan wanita."

Dia mengutip contoh pemain Brasil yang sebelumnya berkompetisi sebagai pria dan sekarang mendominasi di liga wanita dan mungkin akan masuk pada formasi tim Olimpiade wanita 2020.

Tidak mudah mengajukan keberatan perihal aturan tersebut. Kaum feminis pun akhirnya menuai pill pahit dan mendapati diri dikucilkan  karena bersikeras bahwa ada perbedaan antara pria dan wanita yang mendasar dan tidak bisa diabaikan atau dihilangkan, padahal feminis kerap kali mengatakan bahwa pria dan wanita tidak berbeda dan gender adalah konstruksi sosial.

Sewaktu petenis wanita yang tenar, Martina Navratilova menyanggah perihal  pria biologis (transgender wanita) yang bersaing dalam olahraga wanita, dia diserang dan dihujat sebagai transphobia. Mantan perenang Olimpiade Sharron Davies, dari Inggris, pun mengalami  sentimen serupa.

Manusia masa kini hidup di zaman ketika menyatakan keberatan menjadi hal yang dilarang, sama seperti sewaktu dulu sewaktu seseorang mengatakan bahwa pria lebih kuat, para feminis dengan geramnya memprotes, sekarang semuanya telah berbalik dan  olahraga wanita mungkin tidak akan pernah sama lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Post Top Ad

Responsive Ads Here